Resin tak jenuh untuk chopped strand mat merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pengguna komposit, khususnya bagi mereka yang menggunakan spun mat, karena hal ini memengaruhi kualitas produk akhir maupun efisiensi produksi.
Mengatakan bahwa chopped strand mats adalah produk serba guna dan sangat aplikatif di industri seperti bahan bangunan, peralatan kimia, transportasi, dan sejenisnya merupakan suatu pernyataan yang terlalu ringkas. Mat akan berfungsi secara efektif bagi pengguna sambil tetap menjaga anggaran pengguna.
Daerah kering dan pembasahan serat yang tidak merata menimbulkan keluhan besar. Seorang produsen bahan bangunan menyatakan bahwa keterlambatan pengiriman proyek terjadi akibat ketidakstabilan kekuatan komponen pracetak. Akar penyebab inefisiensi dalam pengiriman proyek cenderung berkaitan dengan penerapan resin, seperti teknik aplikasi dan kemungkinan viskositas resin yang terlalu tinggi. Jaringan serat pada mat tidak dapat ditembus oleh resin yang viskositasnya terlalu tinggi akibat penerapan resin yang terlalu cepat, karena hal ini menyebabkan resin menggenang di permukaan mat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah viskositas resin; cobalah menurunkannya agar dapat mengisi ketebalan mat—resin dengan viskositas lebih rendah akan lebih mudah menembus mat yang lebih tebal. Oleskan resin dengan kuas atau roller dalam lapisan tipis, satu per satu, dengan memastikan mat benar-benar basah merata sebelum lapisan berikutnya ditambahkan. Praktik terbaik di industri menyarankan agar resin didiamkan selama satu hingga dua menit untuk memungkinkannya mengisi rongga-rongga dalam serat sebelum penambahan resin lebih lanjut, guna mengurangi risiko aliran berlebih (runoff).
Akumulasi Gelembung Udara
Kehadiran gelembung udara dalam komposit dapat mengurangi kekuatan struktur komposit dan merusak estetika permukaannya. Permukaan komposit dapat diselesaikan dan digunakan untuk dekorasi, namun juga cukup rapuh sehingga mudah rusak, bahkan bisa terlepas. Seorang klien di bidang kimia mengalami masalah ini saat memproduksi tangki untuk aplikasi tahan korosi: gelembung-gelembung tersebut membentuk saluran yang memungkinkan bahan kimia bocor. Penyebabnya adalah kombinasi dari penggulungan, penambahan resin secara cepat, serta kelembapan pada mat (bahan penguat serat). Ketika resin mengeras, uap air dalam mat bereaksi dengan resin dan membentuk gelembung.
Untuk menghindari terbentuknya gelembung, pertama-tama fokuslah pada penyimpanan yang benar. Mat harus disimpan di area yang kering dan berventilasi baik guna mencegah kontaminasi kelembapan. Gunakan roller bergigi saat aplikasi, dan tekan mat secara perlahan untuk menghilangkan kantong udara tanpa merusak serat. Penggulungan resin harus dilakukan secara merata dan lambat guna menghindari terperangkapnya udara.
Ikatan Antar-Lapisan
Delaminasi merupakan masalah kritis pada komponen yang menahan beban, seperti matras serat pendek (chopped strand mat). Salah satu pelanggan kami di sektor transportasi mengalami delaminasi panel dalam beberapa bulan penggunaan, dan ternyata hal ini merupakan masalah rekayasa besar. Masalah ini sering kali disebabkan oleh kontaminasi permukaan. Sebagai contoh, pengeringan resin yang tidak cukup juga dapat disebabkan oleh suhu rendah dan waktu proses yang terlalu singkat. Debu, minyak, serta agen pelepas (release agents) yang menempel di permukaan matras membentuk lapisan kontaminan, yang pada gilirannya menyebabkan delaminasi.
Untuk meningkatkan ikatan antar-lapisan, gunakan kain bebas serat untuk membersihkan permukaan mat sebelum laminasi. Hindari penggunaan pelarut kuat yang dapat merusak serat mat. Pertahankan suhu lingkungan pengeringan pada tingkat konstan dalam kisaran yang direkomendasikan oleh produsen resin (untuk resin poliester standar, kisarannya adalah 18–25 °C). Keringkan resin sesuai pedoman industri. Waktu pasca-pengeringan yang memadai (24–48 jam) secara signifikan meningkatkan kekuatan ikatan.
Tepi Pemotongan yang Longgar
Setelah memotong mat, serat-serat yang longgar dapat menyebabkan tumpukan lapisan tidak rata dan mengurangi kualitas. Masalah inilah yang dihadapi oleh produsen kayak komposit untuk industri olahraga rekreasi. Serat yang longgar menciptakan permukaan kasar yang memerlukan pengamplasan intensif. Serat-serat yang tidak terpotong bersih dan tidak tertarik keluar disebabkan oleh alat pemotong yang terlalu tumpul atau metode pemotongan yang terlalu kasar.
Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan alat pemotong tajam seperti pemotong putar atau gunting komposit. Pastikan untuk memotong alas di permukaan keras yang rata guna mencegah perpindahan serat, serta gunakan tekanan ringan agar proses pemotongan lebih mudah. Untuk operasi berskala besar, para spesialis bahan fiberglass terkemuka merekomendasikan penggunaan sistem pemotongan otomatis guna memperoleh tepi yang bersih dan rata.
Bangun produk yang lebih kuat dan kompetitif dengan nilai yang kami tawarkan.